Rabu, 28 Maret 2012

STITEK BALIK DIWA: Solusi Cerdas dengan Industri Perikanan

Bukan menjadi hal yang baru ketika kita bangga dengan kekayaan sumberdaya laut yang dimiliki bangsa kita. Kebanggaan itu telah lama kita dengar, baca, dan menyaksikan di depan mata, namun sungguh sangat ironis ketika kita menjumpai kantung-kantung kemiskinan justeru berada pada daerah pesisir. Daerah ini seharusnya sangat dinamis dengan daerah pelabuhannya, punya kekuatan yang maha luas dengan potensi lautnya, punya pertahanan kepulauan yang begitu kuat, budaya yang begitu maju dan punya pemuda yang gagah perkasa sebagai pelaut.

Kemiskinan masih menjadi potret dari kehidupan masyarakat pesisir di Negara ini, yang memiliki panjang garis pantai 81.000 km. Beberapa faktor yang memiliki peluang untuk terjadinya kemiskinan di daerah pesisir, di antaranya: akses masyarakat yang masih terbatas terhadap teknologi perikanan, masih bergantung pada kegiatan penangkapan yang monoton, kegiatan budidaya masih menjadi alternatif terakhir, pemahaman lingkungan masih sangat minim, dan diversifikasi hasil olahan yang masih sangat kurang.

Dewasa ini, kemajuan bidang pendidikan tidak dapat dipungkiri lagi. Modernisasi teknologi penangkapan ikan, budidaya, pengolahan produk dan teknologi eksplorasi bidang kelautan menjadi sangat maju. Ketertinggalan dalam penggunaan teknologi dalam pemanfaatan sumberdaya berdampak pada ketidak mampuan bersaing secara global.

Teknologi merupakan produk dari ilmu pengetahuan yang dikembangkan oleh manusia. Ciptaan manusia ini semakin sarat akan inovasi yang mengubah suatu bentuk biasa menjadi luar biasa dengan nilai guna yang semakin meningkat. Sumberdaya alam yang kita miliki tidak akan berarti apa-apa, apabila tidak dikelola oleh sumberdaya manusia yang tepat.

Orientasi pembangunan untuk menjagokan bidang kelautan dan potensi perikanan telah banyak dibahas dalam berbagai forum seminar, diskusi ataupun kuliah. Terlepas dari evaluasi keberhasilan forum tersebut, Sekolah Tinggi Teknologi Kelautan (STITEK) Balik Diwa mencanangkan suatu ide cerdas untuk membangun industri perikanan terpadu. Industri ini sekaligus menjadi laboratorium dan bengkel kerja mahasiswa. Ide cemerlang ini menjadi nilai tambah yang seharusnya dimiliki oleh perguruan tinggi di Indonesia dalam rangka mempersiapkan sumberdaya manusia yang menguasai bidang yang dipelajarinya. STITEK Balik Diwa merupakan sekolah tinggi terkemuka yang memfokuskan diri untuk menghasilkan sumberdaya manusia kelautan dan perikanan yang menguasai teknologi dan mampu mengembangkan semangat wirausaha.

Dengan adanya keterlibatan mahasiswa secara langsung pada laboratorium dan industri akan melatih kepekaan terhadap interaksi antar manusia dan aplikasi ilmu pengetahuan. Dalam kegiatan industri perikanan terpadu mahasiswa juga dapat mengembangkan ide yang dimiliki untuk menghasilkan produk yang inovatif dan bernilai bagi masyarakat pesisir.

Mari kita jaya dengan laut dan mari sehat dengan potensi perikanan kita.

brosur stitek balik diwa:
halaman 1
halaman 2 

formulir pendaftaran

Selasa, 20 Maret 2012

PENELITIAN PRIORITAS NASIONAL 2012

MASTERPLAN PERCEPATAN DAN PERLUASAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA (MP3I)

Tema penelitian yang dinyatakan prioritas berskala nasional adalah penelitian yang dapat menyelesaikan masalah masyarakat dan bangsa. Penelitian MP3EI ini diletakkan pada 8 program utama, yaitu pertanian, pertambangan, energi, industri, kelautan, pariwisata, dan telematika, serta pengembangan kawasan strategis. Kedelapan program utama tersebut terdiri atas 22 kegiatan ekonomi utama yaitu pertanian/pangan, pariwisata, perikanan, bauksit, tembaga, nikel, batu bara, minyak dan gas, perkayuan, peternakan, kakao, karet, kelapa sawit, alutsista, besi baja, makanan-minuman, tekstil, perkapalan, telematika, peralatan transportasi, dan KSN Selat Sunda, serta wilayah Jabodetabek.

Program penelitian prioritas nasional (Penprinas MP3EI) ini ditekankan pada 5 hal, yaitu (1) program penelitian yang dapat diusulkan harus bersifat prioritas dan berskala nasional, (2) tema sesuai dengan yang ditentukan, (3) penelitian lebih berorientasi pada penelitian terapan, (4) penelitian harus memiliki peta jalan (roadmap) penelitian yang jelas, dan (5) ketua serta tim peneliti harus memiliki rekam jejak (track record) selaras dengan topik penelitian yang diusulkan. Program ini dilaksanakan dengan kebijakan semi-top down dan multitahun.

Penprinas MP3EI dapat dilakukan dalam waktu 2-3 tahun per judul dengan dana maksimum Rp.200.000.000 per tahun. Hanya tim peneliti yang dapat memenuhi luaran yang ditargetkan yang dapat mengajukan usul penelitian tahun berikutnya.

Usulan penelitian dikirimkan sejumlah 3 eksemplar melalui lembaga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi yang bersangkutan, dan harus sudah diterima selambat-lambatnya pada tanggal 20 April 2012.

Download Informasi Lengkap & Panduan Penelitian.

Senin, 05 Maret 2012

Panduan Penelitian Dikti 2012


Melakukan suatu penelitian tentunya sangat menantang, apalagi jika penelitian tersebut mengharuskan kita untuk mengungkap misteri-misteri yang tersembunyi dan belum ada yang berhasil menemukannya. Para ilmuwan ataupun akademisi memiliki banyak ide-ide dan penulis pastikan bahwa ide-ide tersebut belum sepenuhnya dinyatakan dalam bentuk penelitian.

Terkait penelitian, saat ini ada banyak sumber dana penelitian yang sangat berpeluang untuk membiayai kegiatan penelitian. Dan menurut beberapa penyandang dana, masih sangat minim usulan penelitian yang diajukan untuk di danai.

Objek penelitian yang begitu banyak, menunggu para peneliti untuk mengemasnya dalam bentuk usulan penelitian dan mengolahnya menjadi penelitian yang bernilai inovasi.

Adapun untuk Akademisi biasanya dana yang tersedia tiap tahun berasal dari kemdikbud dan relatif menawarkan banyak variasi usulan penelitian, yang tentunya disesuaikan dengan kapasitas para Akademisi. Pihak Perguruan Tinggi berperan aktif untuk memberikan informasi mengenai usulan penelitian untuk para Akademisi yang ada, melakukan seleksi dan menyalurkan minat meneliti.

Kemdikbud melalui dirjen dikti memfasilitasi kegiatan penelitian hampir tiap tahun dan membuka periode pemasukan usulan penelitian. Tiap jenis penelitian yang dipilih memiliki persyaratan yang berbeda, biasanya pula telah disediakan sistematika yang dianjurkan untuk diikuti.

Bagi Akademisi yang berminat untuk memasukan usulan penelitian, berikut panduan penelitian dikti edisi VIII tahun 2012.


download panduan penelitian dikti terbaru edisi VIII, 2012

Jumat, 02 Maret 2012

Efektivitas Pakan Buatan yang Diperkaya Ekstrak Bayam dalam Menstimulasi Molting pada Produksi Kepiting Bakau Cangkang Lunak

Siti Aslamyah dan Yushinta Fujaya

Jurusan Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Jalan Perintis Kemerdekaan Km 10, Makassar 90245 Telp./faks. +62-0411-586025 HP. 081342765705, e-mail siti_aslamyah_uh@yahoo.co.id

Pakan buatan merupakan alternatif media aplikasi ekstrak bayam (EB) yang diketahui mengandung stimulan molting. Namun demikian, pakan buatan yang digunakan masih mahal dengan kandungan protein yang tinggi, karena berbahan dasar ikan, sehingga perlu dikaji formulasi pakan buatan dengan subtitusi berbagai bahan nabati dalam menstimulasi molting dan pertumbuhan kepiting bakau. Empat formula pakan buatan yang diperkaya EB (700 ng/g kepiting) digunakan pada penelitan ini, yaitu Pakan A (ikan, cangkang kepiting, dan ubi), Pakan B (ikan, silase, cangkang kepiting, dan ubi), Pakan C (ikan, silase, cangkang kepiting, tepung kedelai, dan ubi), dan Pakan D (ikan, silase, cangkang kepiting, tepung kedelai, tepung jagung, dan pollard). Pakan rucah dan pakan A tanpa EB digunakan sebagai kontrol. Selama penelitian, kepiting bakau fase intermolt dipelihara secara individu dalam crab box yang diletakkan di tambak. Hasil penelitian menunjukkan persentase molting dan pertumbuhan bobot masing-masing pada Pakan A (44% dan 41,96%); Pakan B (56% dan 31,57%); Pakan C (74% dan 23,20%); Pakan D (50% dan 39,15%); kontrol pakan rucah (24% dan 50,66%); dan pakan A tanpa EB (28% dan 35,11%). Terjadi fenomena kebalikan, dimana Pakan C dengan persentase molting tertinggi, tetapi dengan tingkat pertumbuhan terendah. Sebaliknya terjadi pada kontrol pakan rucah. Hal ini diduga efek dari ekstrak bayam sebagai stimulan molting, dimana kinerjanya dapat dioptimalkan dengan komposisi nutrien yang lengkap dan seimbang. Pendugaan ini didukung hasil analisis kadar protein kepiting uji pada perlakuan Pakan C tertinggi dibandingkan kontrol.

Kata Kunci : Ekstrak bayam, kepiting cangkang lunak, molting, pakan buatan, pertumbuhan

Selasa, 28 Februari 2012

Anatomi Kepiting

Oleh Akbar Marzuki Tahya

Anatomi Kepiting sudah terbentuk dengan baik untuk menunjang kegiatan biologinya. Kepiting memiliki insang, lambung, hepatopankreas, dan sistem reproduksi.

Ada satu keunikan dari kepiting yakni memiliki kemampuan untuk bertahan hidup di luar air. Menurut Prof. Yushinta Fujaya, ini disebabkan oleh adanya kemampuan insang untuk menyerap air di bawah karapas sehingga insang tetap dalam keadaan lembab meskipun berada di luar air.

Sementara kelenjar pencernaan kepiting biasa disebut hepatopankreas yang memiliki warna khas kuning. hepatopankreas terletak saling bertumpuk dengan ovarium atau telur. Menurut Prof. Yushinta Fujaya, hepatopankreas biasa membingungkan orang awan dan menganggapnya sebagai telur oleh karena letak dan warnanya.

Hepatopankreas juga berperan untuk mendeposit sejumlah glikogen dan cholesterol, mendeposit logam-logam berat dan melokalisasinya.