Minggu, 18 Oktober 2009

PRINSIP DESAIN EKSPERIMEN

KULIAH STATISTIK (II)

Prof. Dr. Ir. Muh. Yusri Karim, M.Si.

APAKAH PERCOBAAN ITU?

Penyelidikan terencana untuk mendapatkan
fakta baru, untuk memperkuat atau menolak
hasil-hasil percobaan terdahulu

Keunggulan Metode Eksprimen

1.Sanggup menimbulkan fenomena yang ingin diteliti pada waktu yang telah ditetapkan

2.Peneliti dapat mengulangi obeservation pada
keadaan yang sama guna pembuktian

3. Kondisi dapat dirubah secara teratur dan
mencatat variation dari hasil yang diperoleh

Tujuan Desain Eksprimen

1. Memberi jawaban kepada masalah penelitian

2. Mengontrol varians

Memperbesar varians variabel yang diteliti, memperkecil varians kesalahan dan mengontrol varians sistematis




















STATISTIK DAN PENELITIAN

KULIAH STATISTIKA PERIKANAN (I)

Prof. Dr. Ir. Muh. Yusri Karim, M.SI

“Scientific research is systematic and
critical investigation on hypothetical
proposition about the presumed
relation among natural phenomenon”
------------------------------------kerlinger.

Ada 2 hal penting yang perlu diperhatikan :
1. Penelitian sifatnya sistematik dan dapat
diawasi
2. Penelitian bersifat empirik

Penelitian yang terkait dengan statistika adalah
yang akhirnya berkaitan dengan perbaikan





METODE PENGUMPULAN DATA
1. Eksperimen
2. Sampling
3. Observational Study

EKSPERIMEN






SAMPLING




OBSERVATIONAL STUDY

UNDANG-UNDANG YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN

KULIAH STRATEGI PEMBANGUNAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN PERIKANAN

Prof. Dr. Ir. Rajuddin Syam, M.Sc.

Dalam Ketentuan Umum UU No. 5 Tahun 1990 Bab I Pasal 1, disebutkan, bahwa konservasi sumber daya alam hayati adalah pengelolaan sumberdaya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Sedangkan Pasal 3 UU No. 5 ini mengemukakan tujuan mengusahakan terwujudnya kelestarian sumberdaya alam hayati serta keseimbangan ekosistemnya, sehingga dapat lebih mendukung upaya kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia. Hal ini dilakukan dengan pemanfaatan secara lestari, sebagaimana disebutkan dalam Pasal 5 UU No. 5 ini.
Sedangkan Pasal 3 UU No. 5 ini mengemukakan tujuan mengusahakan terwujudnya kelestarian sumberdaya alam hayati serta keseimbangan ekosistemnya, sehingga dapat lebih mendukung upaya kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia. Hal ini dilakukan dengan pemanfaatan secara lestari, sebagaimana disebutkan dalam Pasal 5 UU No. 5 ini.

SEMPADAN SUNGAI
Kawasan sungai yang perlu mendapat perlindungan adalah sepanjang kiri kanan sungai, termasuk sungai buatan yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian lingkungan. Tujuan perlindungan terhadap kawasan sungai dimaksudkan untuk memberikan perlindungan kawasan sungai dari gangguan manusia. Sempadan sungai yang telah ditentukan adalah sekurang-kurangnya 50 meter dari kiri-kanan sungai besar dan 20-30 meter kiri kanan untuk sungai kecil yang berada diluar kawasan permukiman.

KAWASAN LINDUNG
Kawasan lindung adalah kawasan yang karena keadaan dan sifat fisik wilayahnya perlu dipertahankan dan dipelihara sebagai hutan dengan penutupan vegetasi secara tetap, untuk kepentingan pengaturan tata air, pencegahan bahaya banjir, sumber makanan biota laut, pencegah erosi dan pemelihara kesuburan tanah.

EKOSISTEM DI KAWASAN PESISIR
Berkaitan dengan upaya pengembangan tambak di kawasan pantai, maka dalam realisasinya harus memperhatikan UU No. 5 Tahun 1990 BAB I Pasal 5 yakni :
(a) perlindungan sistem penyangga kehidupan,
(b) pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya,
(c) pemanfaatan secara lestari sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.
Selanjutnya dalam BAB II Pasal 7 UU No 5 tahun 1990 dinyatakan, bahwa perlindungan sistem penyangga kehidupan ditujukan bagi terpeliharanya proses ekologis yang menunjang kelangsungan kehidupan untuk meningkatkan kesejahteraaan masyarakat dan mutu kehidupan manusia. Untuk mewujudkan hal ini, maka ditetapkan wilayah tertentu sebagai wilayah perlindungan sebagaimana disebutkan dalam Pasal 8 UU No. 5 Tahun 1990 tersebut.

Mangrove
Ketentuan Umum UU No. 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung, Pasal 1 butir 12 yang menyatakan, bahwa Kawasan Pantai Berhutan Bakau merupakan habitat alami hutan bakau yang berfungsi memberi perlindungan kepada kehidupan pantai dan lautan; selain itu merupakan salah satu kawasan suaka alam dan cagar budaya seperti dimaksudkan BAB III, Pasal 6 mengenai Ruang Lingkup.

Kawasan Pantai Berhutan Bakau merupakan salah satu kawasan yang termasuk kawasan lindung, seperti disebut-kan pada Pasal 3, Pasal 8 BAB III UU Nomor 32 Tahun 1990

Sebagai suatu kawasan konservasi, maka pengelolaan hutan bakau dilakukan dalam bentuk pengamanan, pembinaan, pengembangan potensi dan pengendalian kerusakan habitat yang mengakibatkan penurunan daya dukungnya. Keadaan ini telah diungkapkan pada Pasal 26, 27 dan 28 BAB VI UU No. 5 tahun 1990.
 Sesuai dengan Undang-Undang Tata Ruang No. 24 Tahun 1992, sempadan pantai (sabuk hijau) adalah selebar 200 m.

Terumbu Karang
Dengan keunikannya masing-masing setiap kawasan ekosistem terumbu karang potensil sebagai kawasan wisata. Oleh pemerintah, beberapa diantara kawasan-kawasan terumbu karang telah ditetapkan sebagai taman nasional. Tetapi yang penting bahwa banyak desa pantai dan kepulauan di Indonesia ekonomi penduduknya tergantung pada sumberdaya terumbu karang.
Terumbu karang merupakan pemecah gelombang sebelum mencapai pantai yang dapat merusak ekosistem mangrove dan lamun, juga mencegah abrasi pantai.

Padang Lamun
Hasil penelitian terakhir menunjukkan bahwa kawasan lamun merupakan lokasi yang ideal untuk budidaya rumput laut Eucheuma sp. (Syamsuddin dan Kune, 2002). Ekosistem lamun adalah habitat untuk berlindung, pembesaran, dan mencari makan berbagai jenis biota laut. Merupakan habitat biota laut bernilai ekonomis penting seperti beronang, beberapa diantaranya merupakan komoditi ekspor seperti lola, teripang, kuda laut dan sebagainya.
Ekosistem mangrove, terumbu karang, dan padang lamun berfungsi melindungi daratan (pantai) dari abrasi, atau berperan penting dalam stabilisasi suatu ekosistem pesisir, baik secara fisik maupun secara biologis. Terumbu karang, mangrove dan lamun adalah 3 (tiga) ekosistem pesisir yang harus dikelola secara terpadu sebagai suatu kesatuan pengelolaan wilayah pesisir, yang memiliki saling keterkaitan ekologis dan ekonomis.

Ketiga jenis ekosistem ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, dan sangat besar manfaatnya dalam kehidupan manusia antara lain sebagai sumber plasma nutfah, pendidikan dan pengembangan IPTEK, pariwisata dan produksi perikanan.

Perairan Umum (Danau/DAM)
Contoh :
Berdasarkan SK Gubernur Jawa Barat no. 41 tahun 2002 ( Kompas, 26 Juni 2004), jumlah jaring apung di Waduk Cirata dibatasi sebanyak 12.000 unit. Namun demikian, sampai pertengahan tahun 2004 jumlah tersebut telah meningkat lebih dari 3 kali lipat, yaitu 39.000 unit (Kompas, 26 Juni 2004). Bila pembatasan jumlah unit jaring apung di Cirata tersebut didasarkan pada daya dukung (carrying capacity) perairan, maka diduga bahwa sudah terjadi kelebihan muatan di Cirata.

Induk udang windu
Induk udang windu sesuai dengan SK Dirjen Perikanan merupakan biota yang dilarang diekspor. Hal ini bertujuan untuk melindungi dan melestarikan plasma nutfah sebagai kekayaan keragaman hayati biota akuatik Indonesia.

Jelaslah, bahwa pemerintah telah berupaya untuk melindungi biota dan habitatnya dari eksploitasi yang mengabaikan aspek lestari.
Upaya ini merupakan pengamanan terhadap keberadaan induk udang windu alam yang sangat diperlukan untuk mencapai volume produk udang tambak yang akan diekspor. Selain itu perlindungan ini merupakan suatu langkah konservasi plasma nutfah untuk pemanfaatan yang lestari bagi kehidupan masyarakat.

Selasa, 13 Oktober 2009

PERKEMBANGAN AWAL IKAN

KULIAH DR. HARYATI (FISIOLOGI BIOTA TERAPAN)

PERUBAHAN MORFOLOGI LARVA - JUVENIL

Perkembangan sirip , sungut dan pigmentasi sampai fase definitif
Perkembangan pemanfaatan kuning telur
Perkembangan lebar bukaan mulut

PERUBAHAN FISIOLOGIS LARVA-JUVENIL
Perkembangan anatomis dan histologis alat pencernaan
Perkembangan aktivitas enzim pencernaan
Kasus pada benih ikan baung

@ sirip dada mulai terbentuk sejak benih baru menetas meskipun belum mempunyai jari-jari
@ bakal sirip punggung, sirip lemak dan sirip ekor masih menyatu dengan sirip dubur
@ Jari-jari sirip punggung dan sirip ekor muncul pada hari ke 3-4
@ Jari-jari sirip dubur muncul pada hari ke-5 dan lengkap pada hari ke-10
@ sejak telur menetas mata sudah berpigmen dan membesar dengan bertambahnya umur benih
@ Pada hari ke-2 mata sudah mulai berfungsi
@ insang mulai terbentuk pada hari ke -2 dan berkembang terus dengan bertambahnya umur benih hingga lengkap pada hari ke-10
@ Sungut mulai terbentuk sejak benih baru menetas. Sungut 4 pasang jelas terlihat pada saat benih berumur 5 hari
@ Pigmentasi tubuh di mulai di bagian kepala sejak benih berumur 2 hari, kemudian menyebar ke dekat sirip punggung dan sepanjang sisi sampai pangkal ekor
@ gigi mulai terbentuk pada hari ke-6 dan sempurna pada hari ke-16
@ berdasarkan bentuk morfologi sirip dan sungut, benih memasuki fase juvenil (definitif) ketika berumur 10 hari

Perkembangan ukuran bukaan mulut
Bukaan mulut maksimal: ra x √2 (Shirota, 1970)
Bm = ukuran bukaan mulut maksimal (mm)
Rs = panjang rahang atas benih (mm)
@ benih yang baru menetas mulutnya masih tertutup, 28 -30 jam setelah menetas mulut sudah membuka
@ 30 jam setelah menetas: bm = 0,43 ±0,23 mm
70 – 72 jam setelah menetas: bm= 0,74 ± 0,18 mm
hari ke-6 setelah menetas: bm = 0,21mm
Aborbsi kuning telur
@ kuning telur merupakan sumber energi dan materi utama untuk perkembangan embrio
@ Enersi kuning telur :Cy = P + R + U = D
P = digunakan untuk perumbuhan jaringan
R = digunakan untuk metabolisme
U = diekskresikan
D = digestible energi

Faktor – faktor yang beropengaruh terhadap laju absorbsi kuningtelur:
Berhubungan dengan kandungan energi kuning telur awal
Temperatur

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan selama periode endogenous feeding
Temperatur
Oksigen
Ukuran telur

Early exogenous feeding period
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap laju perkembangan
selama fase exogenous feeding:
Suhu
Ketersediaan makanan
Food availibility
Prey size spectrum
Prey mobility
Prey distribution
Prey density – hub. Antara prey density
dengan relative feeding rate
(%/hari)

Senin, 12 Oktober 2009

fisiologi pencernaan

KULIAH FISIOLOGI DR. HARYATI
MATERI

I. PENDAHULUAN
II. STRUKTUR DAN FUNGSI ALAT PENCERNAAN
1. STRUKTUR DAN FUNGSI SALURAN PENCERNAAN
2. STRUKTUR DAN FUNGSI KELENJAR PENCERNAAN
3. PERKEMBANGAN ALAT PENCERNAAN -----TOPIK 1
- perkembangan saluran pencernaan
- perkembangan kelenjar pencernaan
III.PERGERAKAN MAKANAN DALAM SALURANIV. PENCERNAAN MAKANAN
1.ENZIM PENCERNAAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKTIVITAS ENZIM (suhu, pH, konsentrasi substrat, konsentrasi enzim -----Topik 2
2. PERKEMBANGAN AKTIVITAS ENZIM PENCERNAAN --- TOPIK 3
3. PENCERNAAN PROTEIN, LEMAK DAN KH ------ Topik 3

V. PENYERAPAN MAKANAN ------TOPIK 4
1.MEKANISME PENYERAPAN
- DIFUSI
- TRANSPORT AKTIF
- OSMOSIS
- ENDOSITOSIS
2. TEMPAT PENYERAPAN
3. PENYERAPAN PROTEIN, LEMAK, KARBOHIDRAT, VITAMIN DAN MINERAL



V. BIOKIMIA BAHAN YANG TERKAIT DENGAN PROSES PENCERNAAN (HCl,
ENZIM, GARAM EMPEDU, HORMON)

VI. ALOKASI ENERGI -----TOPIK 5
1. KONSEP BIOENERGITIKA
2. KOMPONEN BIOENERGITIKA
3. APLIKASI BIOENERGITIKA DALAM BIDANG PERIKANAN

VII. HORMON DAN PERANANNYA ----TOPIK 6
1. HORMON PENCERNAAN
2. PERANAN HORMON PENCERNAAN
3. HORMON YANG BERPERAN DALAM METABOLISME



VIII. PENERAPAN KAIDAH-KAIDAH PENCERNAAN DAN PENYERAPAN DALAM KEGIATAN BUDIDAYA
1. PENETAPAN JADWAL PEMBERIAN PAKAN DAN FREKUENSI PEMBERIAN
PAKAN (TOPIK 7)
2. PENYEDERHANAAN PAKAN KOMPLEK (TOPIK 8)
- cara-cara yang dapat dilakukan untuk penyederhanan pakan komplek
- Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyerderhanaan pakan
komplek
3. APLIKASI PROBIOTIK (TOPIK 9)
- persayaratan yang harus dipenuhi oleh bakteri yang menjadi kandidat
probiotik
- macam-macam bakteri probiotik dan perannya
- mikroflora dalam saluran pencernaan

4. MEMPERPANJANG SALURAN PENCERNAAN

FISIOLOGI PENCERNAAN ---- DIPELAJARI UNTUK MELANDASI ILMU NUTRISI ??

PENCERNAAN ?????

MEKANISME PENCERNAAN
FISIK
KIMIAWI
BIOLOGI

PROSES PENCERNAAN
EKSTRASELULAR
INTRASELULAR


struktur dan fungsi alat pencernaan
ALAT PENCERNAAN:
@ Saluran pencernaan
@ Kelenjar pencernaan

SALURAN PENCERNAAN
MULUT – RONGGAA MULUT – FARING – ESOFAGUS – LAMBUNG- USUS
(depan, tengah, belakang) – REKTUM – ANUS (CLOACA)

UNTUK MEMPELAJARI ALAT PENCERNAAN DAPAT MELALUI PENDEKATAN:
@ anatomi
@ histologi
@ sitologi

SECARA ANATOMIS STRUKTUR ALAT PENCERNAAN BERKAITAN
DENGAN:
@ bentuk tubuh
@ Kebiasaan makan (food habit)
@ kebiasaan makanan (feeding habit)
@ umur (stadia)

MULUT
@ posisi mulut
@ ukuran bukaan mulut

RONGGA MULUT
@ permukaan rongga mulut terdapat sel-sell penghasil lendir- fungsi ???
@ terdapat taste bud – fungsi????
@ terdapat gigi (tidak semua ikan)
@ terdapat lidah – banyak taste bud
@ terdapat organ palatin – fungsi ????

FARING
@ gigi faring – fungsi????

ESOFAGUS
@ merupakan permulaan dari saluran pencernaan yang berbentuk tabung
@ terdapat 4 lapisan jaringan (mukosa, sub mukosa, sereus, adventris)
@ terdapat villi
@ banyak mengandung lendir
@ berperan dalam proses osmoregulasi ????

LAMBUNG
@ Fungsi ????
@ ada 2 macam lambung
- Lambung sesungguhnya – fungsi ????
- Lambung palsu ????
@ terdiri dari 4 lapis jaringan
@ terdapat asam lambung (HCl) – Fungsi ????
@ terdapat sel-sel eksokrin dan endokrin
PILORUS
@ fungsi: pengatur pengeluaran makanan

USUS
@ usus depan, tengah. Belakang
@ panjang usus bervariasi
@ terdapat 2 saluran yang masuk di usus depan
- ductus chledocus (dari kantung empedu) ????
- ductus pankreaticus (dari pankreas) ????
@ untuk ikan yang mempunyai hepatopnakreas hanya ada saluran – ductus choledocsus
@ terdapat 4 lapisa jaringan
@ terdapat villi
@ terdapat sel-sel enterosit dan mukosit
- sel enterosit: * terdapat pembuluh darah
* terdapat vacuola supranuclear

REKTUM
@ secara anatomis sulit dibedakan dari usus belakang
secara histologis dapat dibedakan ---- terdapat katup rektum
@ Fungsi: - penyerapan air dan ion
- pada larva --- tempat penyerapan protein
KELENJAR PENCERNAAN
@ pankreas ----- mensekresikan enzim
@ hati
- menghasilkan cairan empedu ----- disimpan di kantung
empedu ----- fungsi ????
- tempat metabolisme karbohidrat, protein dan lemak

PERKEMBANGAN ALAT PENCERNAAN
@ ALAT PENCERNAAN BERKEMBANG MENUJU KESEMPURNAAN
@ PERKEMBANGAN ALAT PENCERNAAN DIPENGARUHI OLEH FAKTOR DALAM DAN FAKTOR LUAR
@ SAAT PENCAPAIAN KESEMPURNAAN ALAT PENCERNAAN TIDAK SAMA UNTUK SETIAP JENIS IKAN
@ PERKEMBANGAN SALURAN PENCERNAAN (LIHAT GAMBAR)

STRUKTUR ALAT PENCERNAAN YANG BERUBAH
- SUDAH NAMPAK PERBEDAAN ANTAR SEGMEN
- KAPASITAS TAMPUNG LAMBUNG
- BERUBAHNYA STRUKTUR VILLI PADA SEGMEN USUS
- PERUBAHAN PANJANG USUS
- PERUBAHAN BOBOT ORGAN HATI (HSI)

@ PERKEMBANGAN KELENJAR PENCERNAAN

- ADA KETERKAITAN ANTARA PERKEMBANGAN KELENJAR
PENCERNAAN DENGAN DIMULAINYA AKTIVITAS MAKAN
- DATA MONITORING AKTIVITAS ENZIM PENTING UNTUK
MENENTUKAN STRATEGI PEMBERIAN PAKAN