Minggu, 18 Oktober 2009

UNDANG-UNDANG YANG BERHUBUNGAN DENGAN PEMANFAATAN

KULIAH STRATEGI PEMBANGUNAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN PERIKANAN

Prof. Dr. Ir. Rajuddin Syam, M.Sc.

Dalam Ketentuan Umum UU No. 5 Tahun 1990 Bab I Pasal 1, disebutkan, bahwa konservasi sumber daya alam hayati adalah pengelolaan sumberdaya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya. Sedangkan Pasal 3 UU No. 5 ini mengemukakan tujuan mengusahakan terwujudnya kelestarian sumberdaya alam hayati serta keseimbangan ekosistemnya, sehingga dapat lebih mendukung upaya kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia. Hal ini dilakukan dengan pemanfaatan secara lestari, sebagaimana disebutkan dalam Pasal 5 UU No. 5 ini.
Sedangkan Pasal 3 UU No. 5 ini mengemukakan tujuan mengusahakan terwujudnya kelestarian sumberdaya alam hayati serta keseimbangan ekosistemnya, sehingga dapat lebih mendukung upaya kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan manusia. Hal ini dilakukan dengan pemanfaatan secara lestari, sebagaimana disebutkan dalam Pasal 5 UU No. 5 ini.

SEMPADAN SUNGAI
Kawasan sungai yang perlu mendapat perlindungan adalah sepanjang kiri kanan sungai, termasuk sungai buatan yang mempunyai manfaat penting untuk mempertahankan kelestarian lingkungan. Tujuan perlindungan terhadap kawasan sungai dimaksudkan untuk memberikan perlindungan kawasan sungai dari gangguan manusia. Sempadan sungai yang telah ditentukan adalah sekurang-kurangnya 50 meter dari kiri-kanan sungai besar dan 20-30 meter kiri kanan untuk sungai kecil yang berada diluar kawasan permukiman.

KAWASAN LINDUNG
Kawasan lindung adalah kawasan yang karena keadaan dan sifat fisik wilayahnya perlu dipertahankan dan dipelihara sebagai hutan dengan penutupan vegetasi secara tetap, untuk kepentingan pengaturan tata air, pencegahan bahaya banjir, sumber makanan biota laut, pencegah erosi dan pemelihara kesuburan tanah.

EKOSISTEM DI KAWASAN PESISIR
Berkaitan dengan upaya pengembangan tambak di kawasan pantai, maka dalam realisasinya harus memperhatikan UU No. 5 Tahun 1990 BAB I Pasal 5 yakni :
(a) perlindungan sistem penyangga kehidupan,
(b) pengawetan keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa beserta ekosistemnya,
(c) pemanfaatan secara lestari sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya.
Selanjutnya dalam BAB II Pasal 7 UU No 5 tahun 1990 dinyatakan, bahwa perlindungan sistem penyangga kehidupan ditujukan bagi terpeliharanya proses ekologis yang menunjang kelangsungan kehidupan untuk meningkatkan kesejahteraaan masyarakat dan mutu kehidupan manusia. Untuk mewujudkan hal ini, maka ditetapkan wilayah tertentu sebagai wilayah perlindungan sebagaimana disebutkan dalam Pasal 8 UU No. 5 Tahun 1990 tersebut.

Mangrove
Ketentuan Umum UU No. 32 Tahun 1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung, Pasal 1 butir 12 yang menyatakan, bahwa Kawasan Pantai Berhutan Bakau merupakan habitat alami hutan bakau yang berfungsi memberi perlindungan kepada kehidupan pantai dan lautan; selain itu merupakan salah satu kawasan suaka alam dan cagar budaya seperti dimaksudkan BAB III, Pasal 6 mengenai Ruang Lingkup.

Kawasan Pantai Berhutan Bakau merupakan salah satu kawasan yang termasuk kawasan lindung, seperti disebut-kan pada Pasal 3, Pasal 8 BAB III UU Nomor 32 Tahun 1990

Sebagai suatu kawasan konservasi, maka pengelolaan hutan bakau dilakukan dalam bentuk pengamanan, pembinaan, pengembangan potensi dan pengendalian kerusakan habitat yang mengakibatkan penurunan daya dukungnya. Keadaan ini telah diungkapkan pada Pasal 26, 27 dan 28 BAB VI UU No. 5 tahun 1990.
 Sesuai dengan Undang-Undang Tata Ruang No. 24 Tahun 1992, sempadan pantai (sabuk hijau) adalah selebar 200 m.

Terumbu Karang
Dengan keunikannya masing-masing setiap kawasan ekosistem terumbu karang potensil sebagai kawasan wisata. Oleh pemerintah, beberapa diantara kawasan-kawasan terumbu karang telah ditetapkan sebagai taman nasional. Tetapi yang penting bahwa banyak desa pantai dan kepulauan di Indonesia ekonomi penduduknya tergantung pada sumberdaya terumbu karang.
Terumbu karang merupakan pemecah gelombang sebelum mencapai pantai yang dapat merusak ekosistem mangrove dan lamun, juga mencegah abrasi pantai.

Padang Lamun
Hasil penelitian terakhir menunjukkan bahwa kawasan lamun merupakan lokasi yang ideal untuk budidaya rumput laut Eucheuma sp. (Syamsuddin dan Kune, 2002). Ekosistem lamun adalah habitat untuk berlindung, pembesaran, dan mencari makan berbagai jenis biota laut. Merupakan habitat biota laut bernilai ekonomis penting seperti beronang, beberapa diantaranya merupakan komoditi ekspor seperti lola, teripang, kuda laut dan sebagainya.
Ekosistem mangrove, terumbu karang, dan padang lamun berfungsi melindungi daratan (pantai) dari abrasi, atau berperan penting dalam stabilisasi suatu ekosistem pesisir, baik secara fisik maupun secara biologis. Terumbu karang, mangrove dan lamun adalah 3 (tiga) ekosistem pesisir yang harus dikelola secara terpadu sebagai suatu kesatuan pengelolaan wilayah pesisir, yang memiliki saling keterkaitan ekologis dan ekonomis.

Ketiga jenis ekosistem ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi, dan sangat besar manfaatnya dalam kehidupan manusia antara lain sebagai sumber plasma nutfah, pendidikan dan pengembangan IPTEK, pariwisata dan produksi perikanan.

Perairan Umum (Danau/DAM)
Contoh :
Berdasarkan SK Gubernur Jawa Barat no. 41 tahun 2002 ( Kompas, 26 Juni 2004), jumlah jaring apung di Waduk Cirata dibatasi sebanyak 12.000 unit. Namun demikian, sampai pertengahan tahun 2004 jumlah tersebut telah meningkat lebih dari 3 kali lipat, yaitu 39.000 unit (Kompas, 26 Juni 2004). Bila pembatasan jumlah unit jaring apung di Cirata tersebut didasarkan pada daya dukung (carrying capacity) perairan, maka diduga bahwa sudah terjadi kelebihan muatan di Cirata.

Induk udang windu
Induk udang windu sesuai dengan SK Dirjen Perikanan merupakan biota yang dilarang diekspor. Hal ini bertujuan untuk melindungi dan melestarikan plasma nutfah sebagai kekayaan keragaman hayati biota akuatik Indonesia.

Jelaslah, bahwa pemerintah telah berupaya untuk melindungi biota dan habitatnya dari eksploitasi yang mengabaikan aspek lestari.
Upaya ini merupakan pengamanan terhadap keberadaan induk udang windu alam yang sangat diperlukan untuk mencapai volume produk udang tambak yang akan diekspor. Selain itu perlindungan ini merupakan suatu langkah konservasi plasma nutfah untuk pemanfaatan yang lestari bagi kehidupan masyarakat.

Selasa, 13 Oktober 2009

PERKEMBANGAN AWAL IKAN

KULIAH DR. HARYATI (FISIOLOGI BIOTA TERAPAN)

PERUBAHAN MORFOLOGI LARVA - JUVENIL

Perkembangan sirip , sungut dan pigmentasi sampai fase definitif
Perkembangan pemanfaatan kuning telur
Perkembangan lebar bukaan mulut

PERUBAHAN FISIOLOGIS LARVA-JUVENIL
Perkembangan anatomis dan histologis alat pencernaan
Perkembangan aktivitas enzim pencernaan
Kasus pada benih ikan baung

@ sirip dada mulai terbentuk sejak benih baru menetas meskipun belum mempunyai jari-jari
@ bakal sirip punggung, sirip lemak dan sirip ekor masih menyatu dengan sirip dubur
@ Jari-jari sirip punggung dan sirip ekor muncul pada hari ke 3-4
@ Jari-jari sirip dubur muncul pada hari ke-5 dan lengkap pada hari ke-10
@ sejak telur menetas mata sudah berpigmen dan membesar dengan bertambahnya umur benih
@ Pada hari ke-2 mata sudah mulai berfungsi
@ insang mulai terbentuk pada hari ke -2 dan berkembang terus dengan bertambahnya umur benih hingga lengkap pada hari ke-10
@ Sungut mulai terbentuk sejak benih baru menetas. Sungut 4 pasang jelas terlihat pada saat benih berumur 5 hari
@ Pigmentasi tubuh di mulai di bagian kepala sejak benih berumur 2 hari, kemudian menyebar ke dekat sirip punggung dan sepanjang sisi sampai pangkal ekor
@ gigi mulai terbentuk pada hari ke-6 dan sempurna pada hari ke-16
@ berdasarkan bentuk morfologi sirip dan sungut, benih memasuki fase juvenil (definitif) ketika berumur 10 hari

Perkembangan ukuran bukaan mulut
Bukaan mulut maksimal: ra x √2 (Shirota, 1970)
Bm = ukuran bukaan mulut maksimal (mm)
Rs = panjang rahang atas benih (mm)
@ benih yang baru menetas mulutnya masih tertutup, 28 -30 jam setelah menetas mulut sudah membuka
@ 30 jam setelah menetas: bm = 0,43 ±0,23 mm
70 – 72 jam setelah menetas: bm= 0,74 ± 0,18 mm
hari ke-6 setelah menetas: bm = 0,21mm
Aborbsi kuning telur
@ kuning telur merupakan sumber energi dan materi utama untuk perkembangan embrio
@ Enersi kuning telur :Cy = P + R + U = D
P = digunakan untuk perumbuhan jaringan
R = digunakan untuk metabolisme
U = diekskresikan
D = digestible energi

Faktor – faktor yang beropengaruh terhadap laju absorbsi kuningtelur:
Berhubungan dengan kandungan energi kuning telur awal
Temperatur

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap pertumbuhan selama periode endogenous feeding
Temperatur
Oksigen
Ukuran telur

Early exogenous feeding period
Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap laju perkembangan
selama fase exogenous feeding:
Suhu
Ketersediaan makanan
Food availibility
Prey size spectrum
Prey mobility
Prey distribution
Prey density – hub. Antara prey density
dengan relative feeding rate
(%/hari)

Senin, 12 Oktober 2009

fisiologi pencernaan

KULIAH FISIOLOGI DR. HARYATI
MATERI

I. PENDAHULUAN
II. STRUKTUR DAN FUNGSI ALAT PENCERNAAN
1. STRUKTUR DAN FUNGSI SALURAN PENCERNAAN
2. STRUKTUR DAN FUNGSI KELENJAR PENCERNAAN
3. PERKEMBANGAN ALAT PENCERNAAN -----TOPIK 1
- perkembangan saluran pencernaan
- perkembangan kelenjar pencernaan
III.PERGERAKAN MAKANAN DALAM SALURANIV. PENCERNAAN MAKANAN
1.ENZIM PENCERNAAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKTIVITAS ENZIM (suhu, pH, konsentrasi substrat, konsentrasi enzim -----Topik 2
2. PERKEMBANGAN AKTIVITAS ENZIM PENCERNAAN --- TOPIK 3
3. PENCERNAAN PROTEIN, LEMAK DAN KH ------ Topik 3

V. PENYERAPAN MAKANAN ------TOPIK 4
1.MEKANISME PENYERAPAN
- DIFUSI
- TRANSPORT AKTIF
- OSMOSIS
- ENDOSITOSIS
2. TEMPAT PENYERAPAN
3. PENYERAPAN PROTEIN, LEMAK, KARBOHIDRAT, VITAMIN DAN MINERAL



V. BIOKIMIA BAHAN YANG TERKAIT DENGAN PROSES PENCERNAAN (HCl,
ENZIM, GARAM EMPEDU, HORMON)

VI. ALOKASI ENERGI -----TOPIK 5
1. KONSEP BIOENERGITIKA
2. KOMPONEN BIOENERGITIKA
3. APLIKASI BIOENERGITIKA DALAM BIDANG PERIKANAN

VII. HORMON DAN PERANANNYA ----TOPIK 6
1. HORMON PENCERNAAN
2. PERANAN HORMON PENCERNAAN
3. HORMON YANG BERPERAN DALAM METABOLISME



VIII. PENERAPAN KAIDAH-KAIDAH PENCERNAAN DAN PENYERAPAN DALAM KEGIATAN BUDIDAYA
1. PENETAPAN JADWAL PEMBERIAN PAKAN DAN FREKUENSI PEMBERIAN
PAKAN (TOPIK 7)
2. PENYEDERHANAAN PAKAN KOMPLEK (TOPIK 8)
- cara-cara yang dapat dilakukan untuk penyederhanan pakan komplek
- Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penyerderhanaan pakan
komplek
3. APLIKASI PROBIOTIK (TOPIK 9)
- persayaratan yang harus dipenuhi oleh bakteri yang menjadi kandidat
probiotik
- macam-macam bakteri probiotik dan perannya
- mikroflora dalam saluran pencernaan

4. MEMPERPANJANG SALURAN PENCERNAAN

FISIOLOGI PENCERNAAN ---- DIPELAJARI UNTUK MELANDASI ILMU NUTRISI ??

PENCERNAAN ?????

MEKANISME PENCERNAAN
FISIK
KIMIAWI
BIOLOGI

PROSES PENCERNAAN
EKSTRASELULAR
INTRASELULAR


struktur dan fungsi alat pencernaan
ALAT PENCERNAAN:
@ Saluran pencernaan
@ Kelenjar pencernaan

SALURAN PENCERNAAN
MULUT – RONGGAA MULUT – FARING – ESOFAGUS – LAMBUNG- USUS
(depan, tengah, belakang) – REKTUM – ANUS (CLOACA)

UNTUK MEMPELAJARI ALAT PENCERNAAN DAPAT MELALUI PENDEKATAN:
@ anatomi
@ histologi
@ sitologi

SECARA ANATOMIS STRUKTUR ALAT PENCERNAAN BERKAITAN
DENGAN:
@ bentuk tubuh
@ Kebiasaan makan (food habit)
@ kebiasaan makanan (feeding habit)
@ umur (stadia)

MULUT
@ posisi mulut
@ ukuran bukaan mulut

RONGGA MULUT
@ permukaan rongga mulut terdapat sel-sell penghasil lendir- fungsi ???
@ terdapat taste bud – fungsi????
@ terdapat gigi (tidak semua ikan)
@ terdapat lidah – banyak taste bud
@ terdapat organ palatin – fungsi ????

FARING
@ gigi faring – fungsi????

ESOFAGUS
@ merupakan permulaan dari saluran pencernaan yang berbentuk tabung
@ terdapat 4 lapisan jaringan (mukosa, sub mukosa, sereus, adventris)
@ terdapat villi
@ banyak mengandung lendir
@ berperan dalam proses osmoregulasi ????

LAMBUNG
@ Fungsi ????
@ ada 2 macam lambung
- Lambung sesungguhnya – fungsi ????
- Lambung palsu ????
@ terdiri dari 4 lapis jaringan
@ terdapat asam lambung (HCl) – Fungsi ????
@ terdapat sel-sel eksokrin dan endokrin
PILORUS
@ fungsi: pengatur pengeluaran makanan

USUS
@ usus depan, tengah. Belakang
@ panjang usus bervariasi
@ terdapat 2 saluran yang masuk di usus depan
- ductus chledocus (dari kantung empedu) ????
- ductus pankreaticus (dari pankreas) ????
@ untuk ikan yang mempunyai hepatopnakreas hanya ada saluran – ductus choledocsus
@ terdapat 4 lapisa jaringan
@ terdapat villi
@ terdapat sel-sel enterosit dan mukosit
- sel enterosit: * terdapat pembuluh darah
* terdapat vacuola supranuclear

REKTUM
@ secara anatomis sulit dibedakan dari usus belakang
secara histologis dapat dibedakan ---- terdapat katup rektum
@ Fungsi: - penyerapan air dan ion
- pada larva --- tempat penyerapan protein
KELENJAR PENCERNAAN
@ pankreas ----- mensekresikan enzim
@ hati
- menghasilkan cairan empedu ----- disimpan di kantung
empedu ----- fungsi ????
- tempat metabolisme karbohidrat, protein dan lemak

PERKEMBANGAN ALAT PENCERNAAN
@ ALAT PENCERNAAN BERKEMBANG MENUJU KESEMPURNAAN
@ PERKEMBANGAN ALAT PENCERNAAN DIPENGARUHI OLEH FAKTOR DALAM DAN FAKTOR LUAR
@ SAAT PENCAPAIAN KESEMPURNAAN ALAT PENCERNAAN TIDAK SAMA UNTUK SETIAP JENIS IKAN
@ PERKEMBANGAN SALURAN PENCERNAAN (LIHAT GAMBAR)

STRUKTUR ALAT PENCERNAAN YANG BERUBAH
- SUDAH NAMPAK PERBEDAAN ANTAR SEGMEN
- KAPASITAS TAMPUNG LAMBUNG
- BERUBAHNYA STRUKTUR VILLI PADA SEGMEN USUS
- PERUBAHAN PANJANG USUS
- PERUBAHAN BOBOT ORGAN HATI (HSI)

@ PERKEMBANGAN KELENJAR PENCERNAAN

- ADA KETERKAITAN ANTARA PERKEMBANGAN KELENJAR
PENCERNAAN DENGAN DIMULAINYA AKTIVITAS MAKAN
- DATA MONITORING AKTIVITAS ENZIM PENTING UNTUK
MENENTUKAN STRATEGI PEMBERIAN PAKAN

Minggu, 26 April 2009

MENAKLUKKAN RINTANGAN DALAM PIKIRAN


(catatan tur bersepeda akhir pekan)
Oleh; Akbar Marzuki Tahya, S.Pi.

Faktor utama yang menyebabkan kita gagal dan tidak bisa berbuat apa-apa adalah diri kita sendiri, bukan orang lain. Begitupula dengan kesuksesan. Kegagalan dan kesuksesan lahir dari pikiran kita sendiri. Suatu perumpamaan ketika kita merasa bisa untuk bersepeda menempuh suatu jarak yang begitu jauh, maka kita akan melakukannya dan disinilah awal kita menggapai kesuksesan tersebut.
Tepatnya tanggal 19 April 2009, hari ini merupakan tur pertama bersepeda hingga ke luar kota. Setelah sempat lama menghabiskan waktu bersepeda dalam kota Makassar dan lingkungan kampus Unhas, akhirnya peluang untuk bersepeda akhir pekan ke luar kota terwujud. Awalnya ide tersebut hanya bergentayangan dalam pikiran dan tidak tahu kapan akan terlaksana, selain tidak punya target yang jelas, keseharian pun dipenuhi kesibukan laboratorium yang bahkan menyita waktu rutin bersepeda di pagi dan sore hari.

Tur kali ini boleh dikata tidak disengaja ataupun tak terduga, awalnya ide untuk mengujikan formulasi pada sampel kepiting yang menjadi bahan penelitian menjadi penyebab utamanya. Penelitian kepiting lunak yang dikembangkan oleh Prof. Dr. Ir. Yushinta Fujaya, M.Si dan berpartner dengan Dr. Ir. Aslamyah, M.Si. sebagai pengembang pakan kepiting, rencananya akan diaplikasikan pada lokasi riset di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Namun untuk memperoleh informasi lebih awal, maka diujikanlah pada lokasi Bawanamarana, Kabupaten Maros. Lokasi yang lumayan jauh ini bisa ditempuh selama ± 2 jam dari kampus Unhas Tamalanrea dengan menggunakan kendaraan pribadi dan lebih lama lagi apabila menyewa jasa angkutan umum (pete-pete).
Malam tanggal 19, sebelum keberangkatan Saya mendapatkan informasi kalau mobil Ibu As (sapaan akrab Dr. Aslamyah) berhalangan untuk berangkat. Dan berarti bahwa hanya ada satu mobil yang bisa ditumpangi yakni Katana milik Prof. Yushinta. Sementara Katana Bunda Prof (demikian panggilan akrab Prof. Yushinta) hanya memiliki ruang yang layak untuk 4 orang sudah termasuk yang nyopir. Aduh..bisa-bisa Saya tidak kebagian kursi dong.., teman-teman di Lab juga banyak yang mau ikut kecuali Safir yang masih memiliki tanggung jawab terhadap pengeringan ransum kepiting. Pada saat inilah ide yang selama ini digagas bersambut, polygon broadway bersiap sedia menemani kemanapun Aku pergi.
Seperti biasa sebelum digunakan, sepeda kesayangan ini selalu dicek dan dibersihkan. Pengecekan terhadap tekanan angin ban merupakan suatu keharusan, begitupula dengan rem, shifter, rantai sepeda dan gear kecil lainnya. Pokoknya semuanya siap berpetualang hingga ke pelosok pesisir Kabupaten Maros. Dan yang paling penting lagi, Saya tidak lupa untuk mempersiapkan bekal makanan wajib dalam perjalanan; Karbohidrat, suplemen makanan dan minuman lainnya, pokoknya ready for cycling lah.
Dalam turing ke Maros
06.10 Pagi tanggal 19 April, dengan helm di kepala dan ransel hitam dipundak menyatakan kesiapan performa. Polygon broadway, Nampak dengan warna khas kuning hitam menyatakan kesetiaan untuk menemani turing ke luar kota. Akhirnya kayuh sepeda pun menyatakan bendera start pada Perintis Kemerdekaan KM.6.
Medan kota Makassar yang tidak begitu menantang dan lalu lintas yang ramai menuju ke luar kota yang sangat sibuk membuat sedikit rasa bosan muncul pada semangat Ku, ditambah lagi tur seorang diri. Tapi itu bukanlah tantangan yang berarti untuk mengurungkan niat bersepeda ke luar kota di akhir pekan ini. Ternyata strategi yang Ku punya tidak kalah, shifter diatur pada posisi beban yang agak berat untuk meraih kecepatan sepeda yang lebih. Strategi ini Saya gunakan untuk mengurangi rasa bosan, sesekali diturunkan dan sesekali pula dinaikkan. Beberapa kendaraan umum pun diajak berpacu dalam perjalanan, sebagai bentuk perlawanan terhadap pemikiran manja para penghabis bahan bakar. Hingga tak terasa Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pun terlewati, memasuki gerbang Kota Maros dan pada menit ke 45 Saya tepat berada di depan Masjid Al Markaz dan Kantor Bupati Kabupaten Maros. Kemudian mampir sebentar untuk melakukan transaksi penarikan pada ATM BNI sebelah kiri jalan kota Maros.
Perjalanan pun dilanjutkan hingga traffic light dan perempatan di tengah kota, Saya mengambil jalur belok ke sebelah kiri menuju Kessi Kebo. Medan yang mengasyikkan di mulai, namun tidak berapa jauh Saya terpaksa berbalik haluan dan memilih jalan stapak serta gang-gang sempit akibat adanya penutupan jalan untuk kegiatan seremoni masyarakat. Hal tersebut ternyata menambah rintangan dan berarti bonus keasyikan yang dapat Ku gapai ketika bisa menaklukkannya.
Kemudian tibalah pada daerah jalanan rata yang sesekali terdapat gundukan coran semen yang tidak sempurna. Kecepatan roda sepeda diharuskan tidak terlalu cepat pada daerah ini. Di samping kanan terlihat perumahan, sementara disebelah kiri terdapat hamparan sawah. Pemandangan yang sangat memanjakan mata dan pikiran, membuat lelah hilang sejenak. Selang beberapa lama kemudian, perkampungan baru pun terlihat. Banyak anak-anak bermain di hari libur sekolah ini, beberapa di antaranya bersorak kagum ketika sepeda Ku melintas. Tapi berbeda dengan sang Orang Tua, mereka tetap menunaikan kewajibannya untuk mencari nafkah hari ini. Di depan, Saya melihat seorang Pak Tua mengayuh sepeda ontel cukup enerjik, sepertinya dari sawah. Memaksakan Saya untuk meroda lebih cepat. Ku sapa beliau dengan bahasa makassar sedikit kaku dan menanyakan apakah jalanan hingga ke Borong Kalukua masih baik setelah hujan beberapa hari ini. Beliau pun memberi jawaban ‘YA masih baik’. Saya kemudian berterima kasih atas jawaban yang diberikan dan mendahuli sepeda Pak Tua dengan semangat untuk terus menaklukkan rintangan.
Ekstrem, Sepeda menunggangi Ku
Tantangan berat rupanya menunggu kedatangan Ku, selepas menyeberangi jembatan kayu Borong Kalukua, Saya diperhadapkan pada jalanan sempit, rerumputan yang lebat dan sesekali tanah gundul berlumpur sangat licin. Rintangan jalanan sempit ini adalah pematang empang yang berukuran rata-rata ±90 cm, akibat jarang dilalui dan musim hujan yang mengguyur menjadikan rumput tumbuh dengan subur, ditambah dengan tanah lumpur yang licin. Terpaan sinar matahari pagi rupaya menyambut dari arah timur, seakan menyapa dan meyadarkan Ku bahwa sudah sejam lebih menjalani perjalanan ini. Memang sulit untuk mengayuh sepeda, itu Saya akui pada medan kali ini. Pedal sepeda sering nyangkut pada rumput yang tingginya hingga roda. Kemudian, entah idealisme ataupun egois muncul dalam diri. Ku beranikan menunggangi sepeda, dan beruntung hanya nyaris terjatuh beberapa kali.
Kali ini Saya nyerah dan itu berarti mengharuskan Ku turun dari sepeda, mendorong dan memikulnya. Medan bertambah pada level yang lebih runyam. Semak berduri merintangi perjalanan, sepeda terpaksa diparkir dahulu menunggu beberapa saat jalanan dibersihkan perlahan. Segalanya mesti dilakukan sendiri tentunya, tanpa peralatan kecuali patahan ranting kayu kering. Beberapa rintangan semak lunak yang membuat Ku bisa memanfaatkan roda sepeda untuk merebahkan dan menggilasnya. Nyerah bukan berarti berhenti, medan terus ditaklukkan, tidak ada pemikiran untuk menyerah dan kalah, namun taktik menyerah untuk menang merupakan suatu pilihan cerdas kala ini. Ditunggangi oleh sepeda boleh saja, demi melintasi halang rintang yang tersaji. Beberapa kali Saya diharuskan mengangkat sepeda, untuk melewati jalanan sempit dan saluran pintu masuk air empang sebelum tiba di lokasi Bawanamarana. Di lokasi ini Saya disambut oleh para pekerja yang diupah untuk membuat petakan rajungan.
Waktu memulihkan energi
Hampir satu jam setelah waktu kedatangan Ku, tepatnya pukul 09.30 pagi. Dongkokang (bahasa Makassar untuk perahu) tiba di Bawanamarana, Bunda Prof dan Bu As beserta rombongan pun menjadi penumpangnya. Senyum dan sapa pun Ku lemparkan kepada para rombongan sebagai ungkapan selamat datang dan membuktikan bahwa Saya telah hadir lebih dahulu bersama Polygon Broadway milik Ku. Barang yang menjadi bawaan pun diangkat menuju rumah panggung, di mana pada teras depan terdapat sepeda Ku terparkir. Tampaknya ada yang tidak percaya kalau bersepeda bisa dijalani untuk mencapai lokasi ini, tapi inilah kenyataan yang dapat Saya buktikan. Saya telah berhasil sampai dan bisa lebih cepat dibandingkan mereka semua.
Sambil melepas lelah dengan segelas teh hangat dan aneka kue tradisional, Kami membicarakan prosedur pengamatan beberapa parameter yang ingin dilaksanakan hari ini. Setelah sedikit berargumen, kedua thinker utama dari penelitian ini yakni Bunda Prof dan Bu As menemukan kesepahaman. Oke…hunting data pun akan segera dimulai. Peralatan yang diperlukan dibawa serta ke instalasi kepiting yang telah tersedia. Kepiting dipilih untuk diberi perlakuan dan setelah mengikuti seleksi, maka kriteria terpilih adalah beberapa ekor kepiting. Aplikasi dijalankan dan pengamatan dimulai. Selang beberapa menit berlalu, respon yang diharapkan pun belum kelihatan. Hingga kemudian diasumsikan bahwa kepitingnya masih menjalani proses adaptasi setelah tiba 2 hari yang lalu. Daripada waktu terbuang menunggui kepitingnya yang masih malu-malu, mendingan mempersiapkan makan siang. Ide cerdas pikir Ku, sehingga Kami membagi tugas untuk memanggang ikan, merebus, menyiapkan sayur, masak nasi dan mempersiapkan sambal. Dan sesekali menengok pengamatan. Ehm..mantap mentong cess..rugi bagi yang tidak ikut kali ini, sesekali Kami mengenang Safir sahabat Ku yang bertanggung jawab pada pengeringan ransum. Tidak beberapa lama, hidangan telah siap untuk disajikan. Makan siang pun telah tiba. Enak…pastinya, menu ikan laut bakar, mujair rebus, 1 ekor kepiting lunak goreng, sayur buatan Ka’ Alam yang kebanyakan air dan sambal yang luar biasa pedas buatan Bu As, serta makanan cuci mulut ubi goreng buat suplai karbohidrat pikir Ku, menjadi menu spesial yang hanya akan dijumpai di tempat Kami ini. Dan sekedar informasi bahwa di tempat ini akan dibangun ecotourism plus wisata kuliner loh, wah pasti so excitement place dan bakalan seru pastinya. Seperti serunya di akhir pekan ini.
Selepas makan siang, sholat. Kami sempat bercerita ringan mengenai penelitian ke depan dan merencanakan untuk melakukan pengamatan pada kali yang lain. Sebenarnya sehabis makan Saya sempat ngantuk, tapi masih bisa tertahan. Yah…biasalah, malu untuk tidur karna Bunda Prof juga gak tidur. Tanpa terasa waktu berlalu semakin sore. Saatnya untuk bersiap-siap menuju Dongkokang untuk pulang. Tadinya Saya berpikir untuk kembali bersepeda menuju Borong Kalukua, namun berbagai pertimbangan diberikan oleh teman-teman. Sepeda terpaksa diangkut ke dalam Dongkokang dan saatnya mengucapkan sayonara untuk Bawanamarana, sampai jumpa lagi lingkungan paradise. Sekitar 30 menit Kami menjadi penumpang Dongkokang untuk sampai di Kalumpang. Mobil Katana Bunda Prof., terparkir dekat jembatan Kalumpang, undangan makan malam pun telah menunggu. Kebetulan Idham yang berdomisili di Maros mengundang mampir di rumahnya. Maaf Sobat….Ku ucapkan, biarlah teman-teman rombongan saja yang singgah bersama kedua Bunda Kita, Saya tuntaskan perjalanan hari ini dan memilih langsung menuju Makassar. Terima kasih dan Salam Ku tuk keluarga.



Dalam tur pulang ke Makassar
Selepas sholat Ashar yang telat di rumah Dg. Daru, di Soreang. Saya pamit untuk melanjutkan tur akhir pekan ini. Jam tangan Ku menunjukkan Pukul 05.07 sore. Roda sepeda kembali berputar mengejar matahari yang terhalang oleh bayang kabut yang membawa partikel air. Nampaknya mau hujan dan matahari yang tertutupi tidak akan pernah peduli untuk meninggalkan bumi tanpa cahayanya. Semakin Ku kejar kilauan sinar yang menembusi kabut tebal tersebut ke arah ia akan terbenam, semakin tebal pula kabut yang menghalanginya. Kecepatan putaran roda sepeda Ku tidak bisa mengejarnya, namun prestasi di bumi harus ditorehkan.
Tanpa terasa, memasuki Makassar yang menyambut dengan rintik hujan perlahan tapi pasti akan lebat. Dan tepatnya di daerah Sudiang, Saya diguyur hujan deras. Satu kali Saya singgah di pinggir jalan untuk memastikan bahwa ransel yang di pundak tidak tembus dari air. Hujan deras ini memberikan nilai kesenangan tersendiri dalam bersepeda, rasa lelah tidak terasa saat ini. Yang ada hanya kepuasan bersepeda menaklukkan rintangan. Genangan-genangan air sengaja dilibas, sehingga menimbulkan percikan air dan sangat menyenangkan Ku petang ini. Tepat pukul 06.10 maghrib Saya tiba kembali di Perintis Kemerdekaan KM.6 (di kost), dalam kondisi bangga basah kuyup dengan hiasan lumpur pada baju dan muka. Kebanggaan tersebut, bisa jadi merupakan manifestasi terhadap kepuasan menaklukkan rintangan dalam pemikiran. Berpikirlah bisa untuk bisa melakukannya. Sadar bahwa Saudara-saudara sekalian juga punya potensi untuk berprestasi dalam segala hal, apalagi untuk mencintai lingkungan.

Sabtu, 14 Februari 2009

Keajaiban Genetis


Oleh Akbar Marzuki Tahya, S.Pi.

Kehidupan merupakan salah satu anugerah yang di dalamnya memiliki banyak keajaiban tak terpungkiri, namun terkadang orang yang hidup itu sendiri tidak menyadarinya. Sebut saja ketika kita menang dalam kompetisi renang sperma menuju telur, kita terpilih menjadi juara. Ini merupakan salah satu anugerah dan keajaiban yang patut disyukuri.
Setelah kita terlahir ke dunia, begitu banyak resep-resep yang menjadi bumbu dalam kehidupan. Coba kita berdiri di depan cermin, amati dan lihatlah betapa unik diri ini, rambut hitam, paras yang panjang, hidung yang mancung, mata yang sipit dan sebagainya. Setelah itu coba kita bandingkan dengan orang lain, saudara ataupun kerabat lainnya, mungkin saja hampir mirip tetapi tidak sama persis. Mekanisme yang mengatur resep tersebut dipelajari dalam cabang ilmu biologi yang disebut genetika.

Genetika dan kehidupan
Orang tua kita mewariskan sifat melalui perantaraan sel gamet, sel gamet jantan yang dikenal dengan sperma akan menjadi perantara dari seorang Ayah sementara sel gamet dari Ibu dikenal dengan telur/ovum. Genetika memfasilitasi kita untuk menelusuri penurunan karakteristik dari Orang tua atau induk. Cabang biologi ini bisa dijadikan landasan untuk peramalan mengenai masadepan kehidupan seseorang dengan mempelajari sejarah tetuanya. Sebenarnya genetika itu sendiri dinilai sebagai cabang ilmu yang baru, karna kemajuannya baru terlihat pada abad ke 20.
Sejarah kehidupan mencatat adanya kekaguman manusia sebelum ditemukannya acuan ilmiah mengenai bidang genetika. Pada saat itu muncullah mitos-mitos mengenai keturunan, misalnya ibu hamil dianjurkan mengagumi tokoh-tokoh dunia, para aktor, atau mengkomsumsi makanan tertentu agar bayinya terlahir sesuai dengan harapan Orang tua.
Kemajuan di bidang genetika terus mengalami perkembangan, dan inovasi dalam kehidupan dengan ditemukannya berbagai produk-produk yang baru. Adanya pemahaman bidang ini memunculkan paradigma hidup yang baru sehingga muncullah bioteknologi. Kehidupan manusia didasarkan atas konsep-konsep genetika modern, dengan mempelajari ekspresi material pembawa sifat.

Gen, yang unik
Material pembawa sifat yang tersusun linear dalam kromosom dikenal dengan nama Gen. Gen inilah yang menyebabkan kita lebih mirip dengan saudara kandung dibandingkan orang lain. Kita mewarisi separuh dari gen Ayah dan Ibu, begitupun dengan saudara kandung kita sehingga resep genetiknya lebih mirip dibandingkan orang lain.
Kromosom yang terletak di dalam nukleus memiliki jumlah yang berbeda-beda dari tiap spesies, misalnya manusia yang memiliki 46 kromosom, simpanse 48 kromosom, dan kacang ercis 14 kromosom. Namun jumlahnya selalu genap karena sifatnya berpasangan. Kromosom ini merupakan warisan dari induk, satunya diperoleh dari Ayah dan satunya lagi berasal dari Ibu. Yang menjadi pertanyaan adalah apa sebenarnya yang membuat satu individu itu unik?. Untuk memecahkan jawaban pertanyaan tersebut kita perlu mempelajari dan mengakui keberadaan gen spesifik. Gen spesifik ini terletak pada struktur mirip benang yang dinamakan kromosom warisan induk. Didalam gen inilah terdapat bahan baku yang memiliki struktur kunci kode genetik. Gen yang diperoleh anak bisa berbeda dengan anak yang lain dari satu Orang tua, namun ada juga yang sama tetapi yang lainnya berbeda, hal ini menyebabkan kita berbeda dari saudara kandung kita.
Namun tidak bisa pula dipungkiri bahwa faktor eksternal lingkungan juga memberi andil dalam memberi keunikan, seperti kebiasaan makan, olahraga, keluarga dan sekitarnya.

DNA (deoxyribonucleic acid), double helix yang menakjubkan
Sebuah molekul panjang heliks ganda (double helix) yang merupakan asam deoksiribonuklet. DNA inilah yang menjadi bahan baku Gen, dan kunci mempelajari kode genetik. DNA merupakan molekul yang tersusun dari atom yang menakjubkan, selain menyebabkan keunikan individu, juga memiliki panjang lebih dari 700.000 kilometer apabila semua sel tubuh kita direntangkan dari ujung ke ujung. Martin Brokes dalam buku Genetika nya mengilustrasikan dengan jarak bumi ke bulan bolak-balik. Oleh karena itu tidak mengherankan apabila bentuknya sedemikian rupa terpilin ataupun terlipat agar dapat mengambil ruang dalam nukleus/inti sel. DNA yang panjang tersebut sebenarnya molekul yang simpel yang berasal dari deretan linier kimia bernama nukleotida yang diwakili oleh huruf A (adenine), G (guanine), C (cytosine) dan T (thymine). Kemampuan DNA yang lain adalah melakukan proses penggandaan yang dikenal dengan istilah replikasi. Replikasi ini menghasilkan DNA yang dibantu oleh DNA polimerase sebagai kelompok enzim yang memastikan proses pencetakan DNA ini. Sementara pada proses transkripsi, DNA memiliki peranan sebagai cetakan untuk pembentukan RNA.

RNA (ribonucleic acid), aktivis yang cerdas
Dikenal sebagai kerabat DNA. Merupakan asam ribonukleat yang komplementer dengan DNA. Perbedaannya terletak pada gugus basa timin pada DNA diganti oleh urasil pada RNA, dan gugus gula pada DNA dikenal dengan deoksiribosa sedangkan pada RNA adalah ribosa. RNA menjadi materi genetik pada beberapa virus, bakteri dan tanaman. Kehilafan pernah terjadi pada kalangan ilmuwan yang meyakini bahwa DNA hanya berasal dari sel hewan, sementara RNA merupakan bagian tumbuhan saja. Namun kenyataannya terungkap bahwa baik RNA maupun DNA dapat ditemukan pada hewan maupun tumbuhan.
Peranan RNA sangat besar dalam sintesis protein. Ribosom merupakan pabrik protein yang letaknya diluar nukleus/inti, sementara DNA yang terletak di dalam nukleus/inti berperan menyandi informasi pembuatan protein. Messenger RNA (mRNA) merupakan bentuk RNA yang bertugas membawa salinan pesan asli DNA dalam nukleus ke pabrik protein yang letaknya di luar tersebut, sementara bentuk lain dari RNA yakni transfer RNA (tRNA) akan membawa asam-asam amino menuju pabrik protein dalam pengaturan yang cermat. Proses translasi terjadi pada saat penerjemahan urutan basa oleh tRNA dan mengubahnya menjadi urutan asam amino.
Organisasi yang sedemikian rapi tersebut membuat kita tercengang dan merasa takjub akan keajaiban genetis dari hidup ini, setiap masalah yang terjadi pasti mempunyai solusi, setiap komponen pasti bekerjasama dan menjalankan fungsi dalam membangun struktur hayati, sungguh aktivitas yang cerdas.

Sidik jari, yang ajaib
Ketika kita melihat fakta resep genetik pada cermin yang membuat kita unik dari individu lain, kita juga perlu melihat keunikan yang tidak kalah menakjubkan. Sebut saja sidik jari. Polisi yang pintar telah menggunakan keunikan ini untuk mengungkap tindak kejahatan yang dilakukan oleh oknum tertentu. Dengan penelusuran pada lokasi dan benda-benda yang digunakan oleh pelaku kejahatan maka kejahatan dapat dibuktikan.
Keunikan sidik jari membuat tak seorang pun melimiliki kesamaan, bahkan bagi individu kembar identik sekali pun. Hal tersebut disebabkan oleh kombinasi resep genetik yang menakjubkan. Walaupun kita berasal dari satu induk yang sama, kita tetap berbeda dari saudara dan induk kita sendiri. Coba kita bayangkan betapa banyak kombinasi resep genetik ajaib yang membuat kita menjadi unik dan berbeda tersebut.

Proses penuaan, langkah pasti
Masih banyak kontroversi mengenai terjadinya penuaan. Namun satu hal yang pasti adalah adanya aktivitas genetik. Aktivitas genetik yang terjadi di dalam tubuh terekspresi keluar menyebabkan makhluk hidup terlihat muda ataupun tua. Fenomena makhluk hidup yang menjadi tua dan kemudian menjadi makhluk yang mati merupakan suatu fakta yang tidak bisa kita elakkan.
Kita kembali mengingat salah satu kinerja DNA yang dapat bereplikasi, pada proses ini sel-sel kemudian bertambah yang mengakibatkan pertumbuhan dan metabolisme berlangsung. Begitupun juga RNA yang menghasilkan protein, yang kemudian dibagi menjadi beberapa komponen penting hidup berupa enzim ataupun hormon-hormon. Proses penuaan juga bisa dipercepat akibat adanya paparan yang ekstrim terhadap material genetik oleh faktor lingkungan. Beberapa sel akan mati ataupun mengalami mutasi dan bahkan memunculkan kanker.
Setiap individu tentunya akan mengalami proses penuaan, yang unik dan berbeda adalah kecepatan terjadinya penuaan tersebut. Hal ini diakibatkan oleh perbedaan individu secara fisiologis dan eksternal.

Mutasi, mekanisme yang salah dan benar
Sumber keanekaragaman genetik bisa diakibatkan oleh mutasi. Kita mungkin pernah menonton film X-men atau The hills have eyes yang menggambarkan manusia yang mengalami mutasi atau perubahan spontan pada DNA. Entah cerita yang diangkat ke dalam film tersebut berdasarkan fakta nyata atau fiktif balaka, yang jelasnya enzim yang diharapkan dapat bekerja secara efektif dan akurat ternyata dapat pula berlaku salah, pada saat inilah terjadi perubahan secara spontan tersebut. Perubahan ini menghasilkan inovasi baru terhadap protein yang akan berfungsi lebih baik dari sebelumnya. Namun tidak sampai di situ saja, dampak mutasi bisa saja menjadi lebih buruk bagi suatu individu yang dikenal dengan istilah abnormal atau cacat. Sebagian penulis buku genetika juga membenarkan adanya proses mutasi yang berujung pada evolusi sehingga muncullah bentukan keanekaragaman di muka bumi hingga saat ini. Keanekaragaman inilah yang menjadikan organisme-organisme tersebut unik, antara satu dan yang lainnya. Pemahaman kita tentunya tidak boleh hanya disandarkan pada monoteori semata, namun juga harus menkaji beberapa kemungkinan dan berdasar atas pandangan awal penciptaan alam semesta oleh Sang Pencipta sendiri.

Mekanisme adaptasi, yang penuh strategi
Makhluk hidup yang bertahan hingga kini, dianggap memiliki kemampuan bertahan hidup dan penyesuaian diri terhadap lingkungan yang dikenal dengan Adaptasi. Bermacam-macam mekanisme proteksi dari organisme terhadap serangan eksternal juga menjadi bentuk adaptasi. Kemampuan ini tercipta demi mempertahankan kelangsungan hidup maupun ancaman kepunahan suatu spesies. Semisal tanaman yang menjadi mangsa dari beberapa serangga, akan mengeluarkan zat protektif yang mengakibatkan serangga kehilangan kontrol. Demikian pula krustase atau kerabat kepiting yang melakukan regenerasi akibat terputusnya beberapa anggota badan agar tetap bisa merangkak mencari makan dan mempertahankan diri dari ancaman yang menyerang. Strategi bertahan hidup dengan membuat jaring-jaring yang kuat sebagai rumah dan mata pencaharian bagi kelompok laba-laba. Dan masih banyak lainnya yang sangat hebat. Mekanisme adaptasi juga tidak luput dari kinerja genetis, ingat saja ketika terjadinya mutasi subtitusi yang mengganti huruf-huruf dalam kode genetik, delesi atau penghapusan huruf, insersi atau penyisipan, inversi atau pembalikan dan duplikasi atau penggandaan. Teori lain mengenai adaptasi juga dialami oleh jerapa yang mengakibatkan leher jerapa mengalami mutasi menjadi panjang yang diakibatkan oleh lingkungan. Sehingga untuk menggapai makanan yang ada pada habitatnya, lehernya harus berevolusi menjadi seperti sekarang. Anggapan mengenai manusia yang semakin kecil juga bisa disebabkan oleh kemungkinan persaingan ruang di bumi, bisa jadi akibat adanya strategi cerdas genetis untuk melakukan mutasi. Strategi cerdas ini dapat dipahami sebagai bentuk akal-akalan genetis agar dapat beradaptasi sesuai dengan perubahan yang terjadi saat sekarang.
Munculnya fanatisme yang menolak teknologi rekayasa genetik pada beberapa produk pertanian dan perikanan bisa didasarkan pada ketakutan mengenai adanya spesies baru yang muncul pada lingkungan alami. Spesies baru yang hadir di tengah lingkungan yang alami akan lebih dapat bertahan hidup karena keunggulan genetik hasil rekayasa yang dimilikinya, sehingga terjadi ketidakseimbangan lingkungan.
Namun kita masih perlu mengkaji secara ilmiah mengenai anggapan-anggapan mengenai teknologi genetik agar dapat berjalan sesuai harapan tanpa merusak keseimbangan alamiah. Dan segera meninggalkan paham kapitalisme yang memiliki niat serakah dalam berinovasi.